Bakri, Bakri, Kasian Banget Loe Jadi Orang…Gawat
Begitulah penggalan omongan Iwan Fals dalam salah satu lagu tenarnya ,Oemar Bakri. Tapi sekarang Bakri nya itu bukan seorang guru yang naik sepeda kumbang, atau guru yang gajinya dikebiri, melainkan Zaenal Bakri, seorang caleg dari Partai Kedaulatan DPD Jatim.
Zaenal Bakri, seperti yang diberitakan di liputan6.com, menyerang kantor partai Kedaulatan karena ia tidak terima namanya yang dulunya ditetapkan pada urutan pertama caleg diturunkan menjadi urutan kedua. Pada hari Rabu, September 17, ia bersama simpatisannya akhirnya menyerang kantor Partai Kedaulatan dan mengobrak-abrik kantor tersebut serta pengrusakan atribut-atribut partai tersebut.
Berikut beberapa opini gw tentang tindakan pak Bakri:
- Goblok
Ia goblok soalnya tidak tahu kalau tindakan kekerasan dia sendiri yang akan menenggelamkan harapannya untuk jadi caleg. Ditambah lagi sewaktu ia melakukan tindakan tersebut, jelas-jelas ada wartawan. Kalau rakyat sudah melihat ulah calegnya seperti ini, yang main kekerasan, siapa yang mau memilih dia? Lagian, yang namanya caleg itu senjata utamanya adalah ’kata-kata’, bukan tangan. Sudah 2008 tahun semenjak kelahiran Nabi Isa, masih ada saja orang primitif macam Zaenal Bakri.
- Anarkis
Hukum mana yang memperbolehkan pengrusakan? Karena itu, tindakan Zaenal Bakri bisa dibilang anarkis, berbuat semaunya seolah hukum itu tidak ada. Bisa dibilang ia melecehkan hukum Indonesia. Padahal ia mau jadi anggota Legislatif. Kalau anggota legislatifnya aja enggak mau ngikutin hukum dan memberi teladan, rakyat nya gimana? Memang tidak bisa dipungkiri hukum Indonesia lemah baik secara penegakan maupun secara struktural dan pengorganisasiannya. Tapi bukan berarti kita bisa seenaknya aja melakukan apapun yang kita mau, karena hukum itu letaknya tertinggi dalam suatu negara. Masak yang palng tinggi aja di injek-injek, apa kata dunia??
- Tidak Beretika
Immanuel Kant(kalo enggak salah) pernah berkata kalau kita mau tahu apakah tindakan kita itu beretika atau tidak, bayangkan bila semua orang melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan. Nah, sekarang kita bayangkan kalau semua orang di Indonesia, atau yang lebih spesifik semua caleg melakukan hal yang sama seperti yang Zaenal Bakri lakukan. Ancur lebur dah tuh negara.
Sekarang saya akan ajukan pertanyaan kepada rakyat Indonesia, terutama saudara-saudara di daerah Jawa Timur, ”Apakah kalian mau diwakili oleh orang yang goblok, anarkis, dan tidak beretika macam Zaenal Bakri?” Kalau kalian menikmati adu-jotos yang beberapa kali pernah terjadi di gedung DPR/MPR, maka Zaenal Bakri adalah calon yang patut diperhitungkan.
mungkin dia kesel bos, uda deal sejumlah uang untuk dapet nomor urut terus disabot sama orang lain
Ini cuman segelintir praktek anarkis (dan kalau orang bisa melihat inti dibalik semua ini adalah UANG) yang tersorot media. Masih 90% praktek2 haram yang berlaku di dewan yang terhormat itu tidak tersorot bung… Tanya kenapa??
shierlynikodemus
Oktober 4, 2008 at 6:49 am
tidak ada deal sejumlah uang dalam kasus zaenal bakri, tapi yang terjadi hanya miss comunication aja.. partai kedaulatan tidak pernah menerima sejumlah uang dari caleg, apalagi terjadi jual beli nomor urut seperti yang dilakukan oleh partai-partai lain
drex
Oktober 17, 2008 at 2:10 am
begitulah seniman
lantang tanpa basi-basi
tapi lebih jujur
timur matahari
Oktober 25, 2008 at 5:30 pm
ya sapa tau sekarangkan partai politik udah kaya lahan bisnis buktinya tetangga saya yang nyaleg di DIY,njual rumah tp harga selangit padahal sama kandang anjing aja gedean kandang anjing alesannya buat jadi caleg
gustav
Februari 14, 2009 at 3:00 am
ya mungkin aja dia dulu juragan togel jadi kalo beli nomor ya harus kesampaian kalo ngak ya kaya gitu, maboookkkk dan anarkis
janet
April 14, 2009 at 7:56 am