Gerakan Pemuda Blog

Just another WordPress.com weblog

Rakyat dalam Demokrasi

with one comment

Dimulai dari arti demokrasi. Demokrasi adalah sistem yang berorientasi pada rakyat. Sistem yang bersumber dan bermuara ke rakyat, atau yang lebih sering di dengar, “Oleh rakyat, Untuk rakyat, dan Dari rakyat.”

Kemarin saya melihat ratifikasi suatu partai baru menjadi peserta sah pemilu April 2009 nanti. Terlihat suporter dari partai tersebut bersorak-sorai di jalan raya, ada yang menari di atas kap mobil, yang menurut saya agak berlebihan, tapi dapat dimaklumi.

Namun, tiba-tiba pertanyaan muncul dalam benak saya, “Apakah mereka benar-benar mengerti visi dan misi dari partai mereka, apakah mereka mengerti visi dari calon presiden atau legislatif mereka, APA MEREKA MEMILIKI VISI DALAM MEMILIH CALON MEREKA?”

Ironis, karena hati saya berkata bahwa mereka adalah orang-orang lugu. Mereka tidak mengerti atau melihat visi dan misi dari siapapun, bahkan visi mereka sendiri pun ragu. Mereka tidak tahu jiwa mereka berdiri untuk siapa. Mereka tak tahu apa yang mereka bela.

Lalu, dimana letak demokrasi? Dimanakah istilah “Oleh, Dari, dan Untuk Rakyat?” Yang ada ialah “Oleh rakyat, dari dan untuk seseorang atau individu”, yang menginjak kepala rakyat untuk sampai ke tahta yang ia inginkan. Yang ada bukanlah keinginan rakyat akan “kemana arah negara kita akan berlayar”, namun keinginan satu individu yang haus akan kekuasaan untuk mengontrol 1 kapal bocor yang dinaiki lebih dari 230 juta manusia. Apakah ini sistem demokrasi yang kita maknai selama ini?

Sekali lagi saya tegaskan, “Partai ada untuk rakyat, bukan sebaliknya! Dan rakyat harus memiliki visi karena Partai dan Badan Permusyawaratan Perwakilan SEHARUSNYA akan mewakili visi rakyat!

Satu masalah lagi kemudian muncul, masih banyak rakyat yang belum memiliki visi. Jangan salahkan presiden bila ia bergerak tanpa visi dan misi yang jelas karena negara berlayar bukan berdasar visi presiden, tapi visi rakyat!!

Solusinya hanya satu kata, PENDIDIKAN. Di balik semua peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di Indonesia, mulai dari proklamasi, pergerakan mahasisiwa sekitar tenggelamnya tahun 1960-an, penggulingan presiden Soeharto tahun 1998, pendidikanlah, atau lebih tepatnya ILMU PENGETAHUAN DAN WAWASAN, yang membangunkan dan membuka mata para patriot-patriot muda akan kebenaran.

Sayang, masih banyak yang belum sadar akan betapa krusial, fundamental, dan signifikan arti pendidikan dalam sebuah kapal bernafas demokrasi. Bahkan orang-orang jaman pra-proklamasi  layaknya Ki Hajar Dewantara, sudah sadar akan pentingnya pendidikan. Bung Karno pernah bilang ,” Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawan-pahlawannya.” Lalu, kemana kah larinya idealisme Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan tersebut. Apakah dengan menelantarkan idealisme pahlawah kita, itu berarti kita sudah menghormati mereka?  Selama pendidikan itu terlantar dan tidak bervisi, generasi sekarang adalah generasi yang terjebak. Terjebak diantara generasi tua yang tidak kredibel & generasi masa depan yang tidak lebih baik dari generasi-generasi sebelumnya dikarenakan mereka dihasilkan oleh sistem pendidikan yang tidak mempunyai idealisme, tidak prinsipil, & tidak mempunyai arah yang jelas.

Dengan ini saya berseru kepada kawan-kawan semua, yang peduli dan mengerutkan dahi setiap melihat atau mendengar kondisi Indonesia saat ini, yang menginginkan perubahan, yang masih memiliki harapan akan bangsa ini, untuk membuka mata saudara-saudara setanah-air kita yang nyasar, yang terjebak, yang dipermainkan oleh tipuan murahan politikus-politikus kita. Ajaklah mereka untuk menggunakan 2 senjata yang membedakan antara hewan dan manusia, akal & hati nurani. Bukalah mata mereka agar jangan memakan umpan-umpan politikus tanpa mengetahui akan dibawa kemana negeri kita setelah kita memakan umpan tersebut. Karena kalau kita memilih calon yang salah, kita, rakyat Indonesia, hanya memiliki diri kita sendiri untuk dipersalahkan.

Iklan

Written by camo1620

September 2, 2008 pada 8:45 am

Ditulis dalam Opini, Persuasi

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. SISTEM DEMOKRASI BEJAAATTT BIKINAN AMERICA!
    BUANG DEMOKRASI JAUH-JAUH! KALO GAK MAU DI CEKIK PELAN-PELAN OLEH BANGSA PALING DEMOKRASI SE-JAGAD RAYA!!!

    WAHAI PENDUDUK INDONESIA YANG MAYORITAS BER-AGAMA ISLAM! JIKA KALIAN BENAR-BENAR BER-AGAMA ISLAM! AYO BERSATU! DI BAWAH SATU KALIMATU TAUHID! PELAJARI AGAMA-MU! TEMPUH JALAN HIDUP DI ATAS AGAMA!

    “HIDUP MULIA DENGAN ISLAM ATAU MATI SYAHID”

    HIDUP HANYA SEKALI! WAHAI BANGSA YANG BER-ASAS KETUHANAN YANG MAHA ESA! BERJUANG UNTUK APA LAGI KALAU BUKAN UNTUK AGAMAMU.

    SUKU = NO!
    RAS = NO!
    KELOMPOK = NO!
    PARTAI = NO!
    GOLONGAN = NO!
    TAUHID = YES…!!!!!!
    (Teriakan miliaran umat muslim se-dunia)

    lereng

    Februari 8, 2009 at 6:28 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: