Gerakan Pemuda Blog

Just another WordPress.com weblog

Dijajah Siapa?

with one comment

Obat kebodohan

Obat kebodohan

“Kemerdekaan ialah hak segala bangsa“, itulah penggalan alinea pertama dari pembukaan UUD 45. Undang – undang yang mendasari negara kita agar mau memperjuangkan dan menghargai kemerdekaan suatu bangsa. Mendengarkan pembukaan undang – undang tersebut tentulah kita akan selalu berfikir apakah benar kemerdekaan ialah hak segala bangsa, jika memang benar apakah setiap kemerdekaan harus diperjuangkan dan jika untuk semua bangsa maka apa maksudnya, pertanyaan demi pertanyaan ini menggugah saya untuk berfikir mengenai apa itu arti dari kalimat kemerdekaan ialah hak bagi semua bangsa. Apakah semua bangsa itu secara lahiriah memiliki hak untuk memerdekakan diri atau harus berjuang agar mendapatkan kemerdekaan. Apakah kita harus berjuang untuk menciptakan dan mempertahankan kemerdekaan yang merupakan hak segala bangsa dan seluruh umat manusia?

“Kemerdekaan bagi semua bangsa”; apa maksud dari kemerdekaan itu jika ingin dilihat kita pernah dijajah, apa merdeka itu dari penjajahan atas bangsa lain? Saya mulai bimbang lagi akan fakta kemerdekaan bagi semua bangsa. Jika kita sudah merdeka, mengapa banyak saudara kita yang tidak bisa mendapatkan haknya? Apakah ini suatu bentuk penjajahan modern dimana bangsa kita menjajah diri sendiri. Arti kalimat “kita menjajah diri sendiri” adalah sesuatu yang harus kita telaah lebih lanjut. Atas apa kita dijajah oleh diri kita sendiri? Apakah atas kepentingan satu dua pihak, atau dominasi akan kekuasaan? Menurut saya, penjajahan atas bangsa sendiri bisa terjadi dengan alasan ‘KEBODOHAN‘.

Kebodohan merupakan sebuah bentuk penjajahan di masa modern. Beberapa hari lalu kita mendengarkan berita di televisi tentang padi Super Toy, benih padi hasil pengembangan PT. SHI. Perusahaan mengklaim ini benih varietas unggulan baru, hasil lima kali lipat dari varietas biasa. Namun, apa hasilnya alih – alih lima kali lipat bisa menghasilkan satu biji padi saja sudah syukur. Begitu mudah bangsa kita dibodohi oleh iming – iming manis tanpa bukti nyata. Tak hanya itu, kasus yang lebih besar lagi publik kita di bodohi dengan mudah oleh negara lain. Contoh lain adalah Singapura, yang telah mencuri pasir negar kita dari kepulaan Riau, tepatnya Tanjung Pinang untuk menguruk pulau – pulau di Singapura agar Proyek pulau Sentosa berjalan. Mulai dari tahun 2000 pasir itu terus di curi hingga batas pulau Singapura bertambah lebih dari 100 kilometer. Hebat bukan! Tidak bisa memiliki sesuatu, lalu dipindahkan saja seenaknya. Memang miris mengetahui kenyaatan ini. Tetapi lebih miris lagi melihat pemerintah yang telah kehilangan akal sehatnya akan fakta ini karena di butakan uang. Saya mulai berfikir lagi apa pantas harga diri negara diganti uang.

Kebodohan seperti sudah menjadi akar negara ini, bodoh karena bisa dibodohi oleh uang, akibatnya maka miskin; miskin harkat, miskin matabat dan miskin materi. Lihatlah penjualan aset negara kepada perusahaan asing karena iming – iming uang suap yang pada akhirnya dikorbankan adalah rakyat, terutama rakyat kecil. Apa pantas demi uang sampai merugikan rakyat kita yang jumlahnya lebih dari dua ratus juta dan pantaskah melihat harkat dan martabat negara ini diinjak – injak? Banya kita yang hanya akan berfikir ,” halah itu bukan urusan, asal masih ada mall, gak masalah!” Sinting ya, sinting benar generasi ini! Apakah pembangunan setelah enam puluh tiga tahun kemerdekaan (katanya ) ini hanya menghasilkan generasi seperti ini? lalu apa arti merdeka bagi semua bangsa yang tertera pada undang – undang dasar? Bagi kita, kemerdekaan ialah hak setiap bangsa menjajah kita. Marilah kita sedikit lebih sadar, kita ini belum merdeka. Kita ini hanya baru lepas dari satu penjajah, bukan merdeka. Marilah kita proklamasikan suara kita demi tercapainya kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu merdeka dari kemiskinan harkat, martabat dan materi serta kebodohan atas pemikiran, penalaran dan religi kita!

by: -Robert-

Iklan

Written by camo1620

September 12, 2008 pada 7:58 am

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. setuju negara ini masih bodoh masak kemaren deket tempat saya waktu pemilu surat suaranya bisa tertukar mana di contreng semua( contreng norak bagus centang). sebenarnya tau yang di pilih ngak ya jangan – jangan ya mereka itu penjajahnya manis , saat kampanya. ga tau setelah berhasil

    janet

    April 14, 2009 at 8:09 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: