Gerakan Pemuda Blog

Just another WordPress.com weblog

Tragedi Pasuruan, Salah Siapa?

with one comment

Berita hangat yang terjadi baru-baru ini, dimana 21 orang tewas di daerah Pasuruan, Jawa Timur ketika berdesak-desakan untuk mendapatkan zakat yang dibagi-bagikan secara langsung oleh Haji Syaikon. Haji Syaikon bilang bahwa ia telah melakukan pembagian zakat ini sejak 15 tahun lalu dan selalu dihadiri oleh ribuan orang, dan korban jiwa belum pernah terjadi sebelumnya.

Saya tidak bisa menyalahkan Haji Syaikon. Walau Liputan 6 SCTV bilang bahwa pemberian zakat secara langsung itu tidak mendidik dan terkesan memberi cap lebih rendah kepada sang penerima zakat terhadap sang pemberi, tapi Haji Syaikon memiliki alasan yang bisa diterima, ia bilang ia tidak bisa percaya kepada organisasi-organisasi yang biasa bertugas untuk membagikan zakat.Well, siapa yang percaya?

Bodohnya, ketika ditanya, ”Mengapa Polisi tidak mengamankan jalannya pembagian zakat?”, pihak kepolisian menjawab jawaban yang sering keluar dari mulut anak SD, ”tidak tahu.

Bagaimana mungkin Polisi tidak tahu? Haji Syaikon memberi info bahwa pembagian zakat itu sudah dilakukan dalam kurun waktu 15 TAHUN terakhir, dan antrian yang terdiri dari ribuan orang itu sudah hal biasa. Kalau Polisi selama 15 tahun tidak melihat kerumunan ribuan orang tiap tahun di halaman rumah pak Haji Syaikon, itu berarti mereka buta.

Polisi baru datang setelah 21 manusia tewas. Apakah semurah itu harga nyawa manusia di Indonesia? Saya bisa bilang bahwa ini adalah salah satu contoh yang menunjukan kegagalan POLRI dalam menjaga keamanan dan ketertiban warga. Well, siapa yang bilang polisi Indonesia itu pernah berhasil? Baru saja mereka membuat kesalahan dengan membiarkan FPI berulah kekerasan di depan tugu Monas, sekarang mereka sekali lagi menunjukkan ke lemot(lemah-otak)-an mereka.

Entah tragedi ini kesalahan siapa. Apakah ini kesalahan organisasi-organisasi penyalur zakat yang tak berkredibilitas? Ataukah ini salah penduduk sekitar rumah Haji Syaikon yang juga selama 15 tahun melihat betapa ramai dan berbahayanya kerumunan tersebut, namun mereka juga tidak pernah berinisiatif untuk menghubungi polisi? Ataukah ini salah Haji Syaikon sendiri yang tidak bisa mempercayai para penyalur zakat, dimana jikalau ia percaya akan para penyalur zakat tersebut, hal ini tak akan pernah terjadi? Ataukah ini salah pemerintah yang gagal mengurus rakyatnya sehingga rakyatnya kelaparan? Atau ini salah saya yang hanya bisa menulis, hanya bisa mengkritik, tapi tak berbuat apa-apa dan alhasil 21 jiwa melayang?

Mungkin ini salah kita semua. Namun, yang tugas utamanya adalah memelihara keamanan dan ketertiban itu adalah POLISI!

By: Kirana Effendi

Iklan

Written by camo1620

September 16, 2008 pada 6:02 am

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kalau korbanya ya jelas, cuman hukumnya jelas atau ngak jangan – jangan setelah di kasi uang tutup mulut dan kompensasi untuk keluarga korban. kasusnya hilang gitu aja, kaya kasus – kasus lainnya.

    janet

    April 14, 2009 at 8:05 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: