Gerakan Pemuda Blog

Just another WordPress.com weblog

21 Jiwa Korban Hukum yang Tidak Jelas

with one comment

Melanjuti insiden kematian 21 orang di Pasuruan, polisi akhirnya menetapkan satu orang yang bertanggung-jawab atas insiden tersebut. Haji Farouk, anak kedua dari Haji Syaikhon yang merupakan ketua panitia dari penyelenggaraan pembagian zakat, ditetapkan sebagai salah satu tersangka atau orang yang harus bertanggung jawab atas insiden Pasuruan.

Saya tidak setuju akan keputusan polisi menetapkan Haji Farouk sebagai satu-satunya orang yang harus menanggung semua tanggung jawab atas kematian 21 orang tersebut. Sebaiknya polisi berhenti menyalah-nyalahkan orang lain sebelum bertanya kepada diri mereka sendiri, “Apakah ini salah kita?”

Jelas bahwa alasan polisi memutuskan Haji Farouk sebagai tersangka itu terkesan mencari-cari kambing hitam karena terhimpit akan situasi dimana harus ada yang bertanggung jawab akan tuntutan 21 keluarga yang telah kehilangan satu anggota keluarganya dalam insiden tersebut. Tidak mungkin 21 keluarga tersebut akan rela begitu saja menerima akan kepergiaan salah satu anggota keluarganya, kecuali kalau mereka orang suci(hehe), tanpa kejelasan siapa yang harus bertanggung jawab dan disalahkan akan kematian orang yang mereka sayangi(Dalam paragraf selanjutnya, akan saya jelaskan mengapa saya bilang bahwa polisi mencari kambing hitam).

Kalau kita telaah lebih jauh, tidak bisa dipungkiri bahwa pihak Haji Syaikhon telah berbuat kesalahan dimana mereka tidak mengambil inisiatif untuk memanggil polisi untuk menjaga berlangsungnya pembagian zakat. Namun, polisi pun juga salah karena tidak berinisiatif menjaga berlangsungnya pemberian zakat yang telah selalu diadakan sekali setahun sejak lebih dari 10 tahun yang lalu.

Kenapa saya bilang bahwa polisi terkesan mencari-cari kambing hitam dan tidak melihat ke dalam diri mereka bahwa mereka pun juga bersalah? Itu karena hukum kita masih lemah, bukan hanya dalam hal penegakkan, tapi juga dari sisi sistem dan struktural dari hukum tersebut!

Untuk memuaskan 21 keluarga yang telah kehilangan, seseorang harus masuk ke dalam sel tahanan. Mudahlah polisi menunjuk-nunjuk pihak lain akan siapa yang harus bertanggung jawab akan insiden tersebut. Namun, ketika polisi menunjuk diri mereka sendiri, siapa kah yang harus masuk kedalam sel? Apakah seluruh kepolisian daerah Pasuruan harus masuk ke dalam sel? Apakah KAPOLDA Pasuruan yang harus masuk ke dalam sel?

Kalau kita berbicara secara idealis, selain Haji Farouk, polisi yang tahu akan berlangsungnya pembagian zakat dan tidak melaporkan hal tersebut ke atasan mereka-lah yang juga harus bertanggung jawab. Atau bisa juga polisi menjatuhkan vonis tersangka kepada polisi-polisi yang ruang-lingkup tanggung jawab daerahnya melingkupi daerah TKP. Namun tampaknya, polisi lebih memilih mangsa yang ada jelas di depan mata mereka dan yang paling lemah saja, yakni Haji Farouk.

Namun lepas dari itu semua, saya acungkan jempol akan upaya yang telah dilakukan POLRI agar insiden naas Pasuruan tidak terjadi lagi. Saya baru saja nge-cek liputan6.com, dimana di sana ditulis upaya POLRI mengamankan pembagian zakat di daerah Probolinggo yang saya liat(dari videonya) POLRI berusaha maximal untuk mengamankan pembagian zakat tersebut(yang secara tidak langsung membuktikan omongan saya bahwa polisi tahu dan sadar bahwa mereka juga bersalah atas insiden Pasuruan).

Iklan

Written by camo1620

September 18, 2008 pada 9:01 am

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ya begitulah indonesia sekarang, uang bisa segal – galanya, orang bisa jadi kaya anjing yang kelaparan sampai tega menginjak – injak orang lain demi sepeser uang. tapi penyelenggaranya lebih kaya anjing agama mana yang mengajarkan orang sombong, dari pada zakat uang kan enak lansung di sumbangkan ke orangnya bukannya orangnya yang disuru ngemis, mereka kan juga saudar kita

    janet

    April 14, 2009 at 8:01 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: