Gerakan Pemuda Blog

Just another WordPress.com weblog

Berkaca dari Kasus Manohara

with 2 comments

Tak lepas dari ingatan kita beberapa minggu  yang lalu, tentang sebuah berita di infotaiment yang memberitakan seorang model cantik dari Indonesia yang juga keturunan Perancis yaitu Manohara Odelia Pinnot. Model cantik yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh ”Suami” – nya Tengku Fakhri yang merupakan pangeran Negara bagian Kelantan Malaysia . Saat itu banyak orang yang terkejut mendengar perlakuan – perlakuan sadis yang dilakukan Tengku Fakhri. Mulai dari kekerasan fisik seperti pemukulan dan menyayat dada ( payudara ) hingga memaksa melakukan hubungan intim saat sedang datang bulan/ menstruasi. Tak sampai itu saja  Manohara juga disiksa secara psikologis Mulai dari teror – teror hingga suntikan hormon untuk Menaikan berat badanya.

Pada saat yang sama pula muncul pedloi dari para kerabat dan utusan Negeri kelantan ( Malaysia ) yang menyebutkan bahwa Berita itu hanya bohong semata dan Pembohongan publik yang motifnya untuk mengeruk harta dari Kerajaan Kelantan . karena Ibu Daisy Yaitu Ibunda dari Manohara merasa tidak diperhatikan dan tidak mendapatkan uang dari Negeri Kelantan. Tak hanya Pledoi atau pembelaan – pembelaan lisan saja Para keranat dan utusan negeri klantan itu juga memberikan bukti berupa Foto dan keterangan gambar appartemen yang di berikan Tengku Fakhry kepada manohara sebagai tanda cintanya tak hanya itu para utusan itu juga berkata ” lihat manohara dia sekarang gendut dan bahagia. Tetapi pada saat Pledoi – pledoi ini muncul terasa sesuatu Yang janggal karena para kerabat dan utusan yang menyampaikan pledoi hanya berstatus sopir dan pembantu kerumah tanggaan negara kelantan.

Fakta yang ironi saat seorang mertua menyampaikan pertanyaan yang hanya ingin mengetahui keberadaan putrinya kepada menantunya ( Tengku fakhry ) harus menerima jawaban pahit  dari para pembantu dan sopir dari menantunya. Apakah itu sikap yang pantas ditunjukan seorang menantu . ini  juga  yang mengiindikasikan akan adanya sebuah fakta besar yang sedang di tutupi keberadaannya oleh pihak Kerajaan Kelantan.  Tak lepas dari pembelaaan dan argumen dari kedua pihak ini, yang mengeklaim pihaknya lah yang benar. Keduanya mencoba saling mematikan argumen dari pihak lawannya.

Hingga pada akhirnya Ibu Daisy melaporkan hal ini kepada Poltabes RI yang kemudian ditanggapi dengan jawaban ” kami akan berusahaa menangganinya” . Karena keputus-asaan itu pula maka Ibu Deasy meneruskan Laporanya kepada komisi1 DPR RI untuk membantu menjembatani masalah ini, tetapi sekali lagi karena alasan birokrasi dan kewenangan maka kasus ini hanya bergulir bagai uap yang ditiup angin kencang. Tak sampai di situ saja perjuanggan Ibu Deasy, ia juga mengadu pada pada Tokoh ulama PBNU Muhamadyah, bagaikan diberi mangga mentah Ibu Daisy mendapatkan jawaban yang sangat pahit ” itukan urusan suami istri kami tidak bisa mencampuri ”.

Tetapi setelah perjuanggan dan keputus-asaan yang lama akhirnya Manohara berhasil bebas dari cengkraman Tengku Fakhry setelah Disekap di Salah satu kamar Rumah sakit di Singapura.  Tetapi proses pembebasan itu tak semudah membalikan telapak tanggan  karena saat  berada di dalam sekapan Manohara telah meminta tolong kepada Kedubes RI untuk Singapura. Saat panggilan itu berhasil masuk masuk manohara berkata, ” help me, ini emergency , tolong saya warga negara Indonesia”. Tetapi jawaban menggelikan muncul dari Kedubes RI untuk singgapura yang menjawab “ maaf hari ini hari libur kami tidak bertugas”. Sungguh jawaban yang tentu meremukan asa Manohara, tetapi untungnya Manohara masih memiliki sedikit asa dan menghubunggi Kedubes Amerika serikat dan akhirnya dengan bantuan dubes Amerika Serikat akhirnya Manohara dapat dibebaskan.

Pada saat telah berhasil dibebaskan oleh orang Dari kedubes Amerika, Mulai terlihat orang – orang dari kedubes Indonesia sungguh benar – benar memalukan apakah Negara kita tak memiliki Kekuasaan membela warganya. Tak hanya Itu saat Manohara meminta bantuan kepada Kedubes RI untuk membuatkan Pasport untuk tinggal sementara di Indonesia Pihak Kedubes RI menjawab “ itu memekan waktu yang lama”. Tetapi sekali lagi kedubes Amerika menegur  kedubes RI dengan berkata “ bias saja Hari ini jadi malah Manohara nanti sore sudah bias kembali ke Indonesia “. Lalu bak kucing malu Kedubes Indonesia Membuatkan Pasport. Sungguh kisah yang sangat menegangkan menggingat Kasus ini melibatkan anak pangeran negeri Kelantan.

Dari kasus Manohara kita Dapat berkaca Betapa Rumitnya dan bobroknya birokrasi dan ketegasan para petinggi kita. Bahkan yang paling memalukan adalah kedubes Indonesia yang tak berani membela warganya di luar negeri, entah karena Takut akan Kekuasaan atau telah di bungkam dengan jejalan uang suap. Jika seperti itu apakah kita akan percaya akan hak kita yang akan terlindungi di negara lain. Dan pantas saja banyak pahlawan devisa kita Yang tewas dan mengalami cacat permanen yang tak mendapat pembelaan sama sekali dan terus menerus berulang. Jika berkaca dari kasus manohara itulah alasannya birokrasi dan Dubes yang payah dan haus akan suap.

Manohara-Pinot(dok.keluarga)-dalamOdelia Pinot sebelum Menikah

DSC04463bersama sang suami

by Red Team

Iklan

Written by camo1620

Juni 7, 2009 pada 5:19 pm

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. orang malay sial itu memang kotoran babi semua, udah maling, banyak bicara ngelantur kagak ada apa – apanya. hidup INDONESIA. Ingat Brsatu ! Bela hak negara ini jangan mau di tindas lg

    joko bandul

    Juni 11, 2009 at 7:39 am

  2. dubes RI untuk malaysia atau Singapure tuh, Keliatannya malaysia tuh. JUGA KAGAK BECUS MATI AJA

    joko bandul

    Juni 11, 2009 at 7:42 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: