Gerakan Pemuda Blog

Just another WordPress.com weblog

Terkurung di Masa Demokrasi

with 4 comments

Masa demokrasi, adalah masa dimana kita dapat menyuarakan pendapat kita.

Karena pada dasarnya demokrasi adalah sistem kenegaraan yang ” menuntut ” rakyat atau warga negara untuk menyuarakan pendapatnya dan melakukan pengawasan terhadap apa yang terjadi dan berlangsung di dalam negaranya. Demokrasi sendiri telah dianut oleh negara indonesia sejak tahun 1999. Karena itu sejak saat itu kita memiliki hak untuk menyuarakan pendapat.

Pendapat akan kekecewaanya terhadap pelayanan rumah sakit Omni international, yang diduga melakukan malpraktek terhadap dirinya. Malpraktek yang bermula dari hasil pemeriksaan rumah sakit Omni International yang menyebutkan Bahwa Ibu Prita mengalami demam berdarah karena Jumlah Trombosinya hanya 7000 atau rendah. Tetapi saat akan pindah rumah sakit ibu Prita mendapatkan laporan pemeriksaan yang berbeda yaitu, jumlah Trombositnya 16.500. Barang tentu ibu Prita merasa di bohongi dan kecewa. Dari kejadian itu Ibu Prita lalu mengirimkan email yang berisi kekecewaanya ke sebuah milis tertanggal 15 Agustus 2009. tanpa mengetahui apa yang akan menjadi malapetaka baginya.

Pada tanggal 13 mei 2009 ada kejadian heboh – heboh bagi keluarga Bapak Andi. Malapetaka itu menjemput Prita Mulyasari  istri Bapak Andi ini dijebloskan ke dalam Hotel Prodeo(penjara) oleh kejaksaan agung tangeerang. Alasanya karena pihak kejaksaan agung tanggerang mendapatkan gugatan perdata dari pihak Rumah Sakit Omni International karena nama baiknya merasa telah dicemarkan oleh Prita Mulyasari.Tempat dimana Ibu Prita menjalani perawatan karena diduga terserang demam berdarah.

Kejadian ini  Tentu saja menjadi mimpi buruk bagi ibu Prita Mulyasari. Ibu  dua anak ini harus kehilangan kebebasannya sejak tanggal 13 mei 2009, tak sampai itu saja ia juga harus merelakan kodratnya sebagai ibu. Sorang ibu yang seharusnya merawat dan memberikan asi. Asi kepada Putrinya yang bernama ananta yang baru berusia 1 tahun. Tak hanya itu Ibu Prita juga tidak dapat mencurahkan kasih sayangnya kepada putranya Ranaya ( 3 tahun ) yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sungguh suatu hal yang sangat bertolak belakang pada masa demokrasi seperti sekarang  ini. Tak sampai di situ saja bagi kedua anaknya kejadian ini barang tentu menjadi sebuah pukulan telak yang akan mengakibatkan gangguan kejiwaan.  Dimana pada masa dini seperti itu mereka harus mendapati kenyataan pahit, kenyataan bahwa ibu mereka dipenjara karena menyuarakan pendapat. Dan kenyataan mereka harus menjalani hidup tanpa kasih sayang dari ibu mereka yang tetunya nilainya tak mungkin tergantikan.

Tetapi untunglah setelah mendekam selama tiga minggu di hotel Prodeo lapas tanggerang akhirnya Ibu Prita mendapatkan penagguhan penahan dari wkil Presiden Jusuf Kalla. Sungguh anugrah yang sangat besar bagi Ibu Prita dan keluarga Bapak Andi. Tetapi itu hanyalah hujan sementara.  karena setelah sidang pada tanggal 4 juni 2009 dan 13 Juni 2009  ibu Prita masih harus dihadapkan dengan kemungkinan Hukuman penjara 6 tahun atas kasus pencemaran nama baik dan denda perdata hampir senilai 260.000.000 rupiah kepad pihak Rumah sakit Omni International.

Sungguh sebuah ironi, dimana pada era Demokrasi, yang bebas berpendapat Ibu Peita harus rela hak asasinya diperkosa dan di injak – injak. Tak hanya itu ia juga harus menanggung beban yang sangat berat bagi seorang ibu hanya karena menyuarakan pendapatnya. Tak cukup disitu ia juga harus rela menjadi bahan promosi para caleg dan Capres yang berebut popularitas dan suara. Karena itu kita harus jeli – jeli karena Demokrasi ini bukan Demokrasi yang bebas menyuarakan pendapat.


by Red Team

Iklan

Written by camo1620

Juni 7, 2009 pada 7:34 pm

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. walah ini negara memang kacau bang,tak ada yang pernah benar. ingin berkeluh kesah eee malah njeblos sekalian.sama kaya kasusnya ko sheng seng,yang nyewa di itc hahahaha udah jatuh ketimpa tangga

    monta

    Juni 8, 2009 at 12:44 pm

  2. BREAKING NEWS !!!
    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

    Ono Gosip

    Juni 9, 2009 at 1:48 am

  3. memang tak tau malu, kalu berani jebloskan koruptor kelas kakap.”””’ itu baru apresiasi””” udah pada makan tai tu kejati. kagak punya otak, Prita cuma curhat dipenjara,maling ayam dihakimi masa sampai mapus diem. koruptor masa melenggang tau diri dong ini bukan prestasi tapi aib dari kejaksaan indonesia

    joko bandul

    Juni 11, 2009 at 7:35 am

  4. haha prita memang pantas mendapat acungan jempol, dipenjara karena berani, hidup kebebasan!

    bagos

    Juni 19, 2009 at 4:00 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: